Budaya Kewirausahaan yang Dibangun Uni Emirat Arab dan Beberapa Negara di Timur Tengah Lainnya

Budaya Kewirausahaan yang Dibangun Uni Emirat Arab dan Beberapa Negara di Timur Tengah Lainnya

Budaya Kewirausahaan yang Dibangun Uni Emirat Arab dan Beberapa Negara di Timur Tengah Lainnya – Resolusi pengetahuan dapat dilihat melalui teknologi dan inovasi ilmiah yang berkembang cepat untuk memproduksi jasa dan barang pada sistem ekonomi. Kelembagaan dan transisi struktural dari ekonomi sumber daya menjadi denominator umum yang terjadi pada negara-negara besar yang berada di Afrika Utara dan Timur Tengah. Pada tahun 2050 mendatang, diperkirakan 300 juta lebih generasi muda yang akan meramaikan bursa tenaga kerja di kedua kawasan tersebut. Sebagian pekerjaan untuk generasi muda tersebut berada pada sektor swasta dan sebagian lagi pada sektor yang belum disediakan. Baik Timur Tengah dan kawasan Afrika Utara memiliki lokasi geografis yang menarik dan istimewa. Selain memiliki akses pasar yang besar, para penduduk di kedua kawasan tersebut muda dan berpendidikan tinggi.

Elephantation – Bertujuan untuk transformasi, beberapa negara di Timur Tengah menciptakan budaya kewirausahaan untuk menghadapi rencana pembangunan perekonomian pada beberapa tahun yang akan mendatang. Uni Emirat Arab merupakan salah satu negara yang merencanakan budaya kewirausahaan guna menarik minat para investor dan pengusaha ke Timur Tengah. Dubai dan Abu Dhabi merupakan kota-kota yang paling terkenal di Uni Emirat Arab. Pemerintah memiliki peranan yang sangat penting dan berperan sebagai institusi wirausaha. Pemerintah memberikan dukungan pada pengembangan ekosistem melalui investasi pada pembukaan komersial, proyek infrastruktur, diversifikasi pendapatan negara dan pengembangan budaya wirausaha.

Arab Saudi menjadi negara di Timur Tengah lainnya yang mengembangkan ekosistem kewirausahaan demi meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap barang atau produk domestik bruto. Visi negara Arab ini menjadi rencana yang amat strategis untuk jangka panjang. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya investor dan pengusaha yang tertarik untuk menjalankan bisnis di Arab Saudi. Selain Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, di bawah ini merupakan 2 negara di Timur Tengah lainnya yang merencanakan pembangunan budaya kewirausahaan:

a. Qatar
Qatar merupakan negara yang baru-bari ini mendapatkan perhatian masyarakat dunia. Hal tersebut terjadi lantaran Qatar ditunjuk sebagai negara penyelenggara piala dunia FIFA pada tahun 2022 mendatang. Tidak hanya itu, Qatar juga mencabut blokade perdagangan dengan negara tetangga sejak tahun 2017. Dari tahun 2008 lalu, negara di Timur Tengah ini telah menetapkan suatu rencana yang berkaitan dengan pembangunan perekonomian Qatar. Rencana tersebut dikenal dengan sebutan visi Qatar 2030.

Melalui visi tersebut, Qatar bertujuan untuk mendiversifikasi perekonomian di negaranya. Langkah yang diambilnya melalui pengurangan penggunaan hidrokarbon yang sekarang ini memakili mewakili 90 persen dari pendapatan negara. Pengembangan keterampilan inovasi, pengembangan dan penelitian ditekankan pada wirausahawan. Dengan visi Qatar pula, negara berharap agar investor dan pengusaha tertarik untuk menjalankan bisnisnya di Qatar.

Israel

b. Israel
Negara di Timur Tengah dikenal memiliki perekonomian yang baik. Israel menjadi negara di Timur Tengah yang menempati peringkat keenam di Startup Genome pada tahun 2020 lalu. Negara yang beribukota di Yerusalem ini menerapkan budaya kewirausahaan antara investor dan pengusaha. Kedua penggerak perekonomian dan bisnis di Israel ini memiliki tanggung jawab bersama guna menggerakkan negara hingga target tercapai dan dapat menjadi pemimpin teknologi di Timur Tengah.

The Economist menjelaskan bahwa ekosistem kewirausahaan yang dilakukan oleh Israel menerapkan sikap “can do”. Tidak hanya sikap tersebut, Israel juga menerapkan ketahanan yang amat tinggi dalam menghadapi tantangan sehingga masyarakatnya dapat menjalankan budaya kewirausahaan dengan baik. Budaya kewirausahaan yang telah diterapkan Israel diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi dan bisnis pada tahun 2030 mendatang.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *