7 Negara Yang Menjalin Kerjasama Dengan Taiwan

7 Negara Yang Menjalin Kerjasama Dengan TaiwanHingga saat ini hubungan antara Taiwan dengan China semakin memanas. Di mana perseteruan itu berawal dari kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan beberapa waktu yang lalu. Padahal sebelumnya Beijing telah memperingatkan kepada dewan perwakilan rakyat itu jika tetap berkunjung ke Taiwan pihaknya akan mengambil tindakan keras. Ancaman yang dilontarkan oleh Cina itu saat ini terbukti. Di mana ketika Nancy berhasil menginjakkan kakinya di Taiwan, Beijing langsung mengumumkan menggelar latihan berhari-hari di lokasi tersebut, sehingga membuat Taiwan seperti dikepung.

Negara-negara Yang Menjalin Kerjasama Dengan Taiwan

Dalam hal itu pihak Beijing menganggap bahwa Taiwan termasuk ke dalam bagian kedaulatan. Sedangkan sebaliknya Taiwan tetap gigih ingin memerdekakan diri sehingga menyebabkan perseteruan yang berlangsung hingga saat ini. Bahkan untuk ada beberapa deret nama negara yang menjalin kerjasama. Adapun daftarnya seperti berikut ini.

Amerika Serikat

Negara pertama yang mendukung kemerdekaan Taiwan adalah Amerika Serikat. Dukungan itu terbukti dari sering negara super power itu mengirimkan senjata ke Taiwan. Selain itu kunjungan yang dilakukan oleh pejabat Washington ke Taiwan juga menjadi tanda bahwa Amerika Serikat mendukung kemerdekaan taipe. Tetapi setiap Beijing marah atas tindakan yang dilakukannya itu, Amerika Serikat masih berdalih bahwa menerapkan prinsip satu China. Perlu diketahui bahwa prinsip 1 Cina itu hanyalah mengakui Beijing sebagai satu-satunya pemerintahan resmi di Tiongkok tersebut. Di samping itu negara super power tersebut sudah berkomitmen dengan undang-undang hubungan Taiwan, 6 jaminan dan 3 komunike. Di mana 6 jaminan itu merupakan bentuk klarifikasi komunike ketiga antara Amerika Serikat dengan Cina pada tahun 1982. Kesepakatan itu memiliki tujuan utama yaitu untuk meyakinkan Taiwan dan kongres jika Amerika Serikat akan mendukung kemerdekaan Taiwan.

Australia

Negeri kanguru ini juga sudah melakukan kerjasama dengan Taipei dalam bidang perdagangan, investasi, pariwisata dan hubungan antar masyarakat. Namun sayangnya transaksi yang dilakukan antar dua negara itu masih tidak resmi. Hal itu terbukti dari kantor perwakilan Australia di Taiwan yang belum mempunyai status diplomatik. Hingga saat ini pemerintahan Australia mendukung perkembangan kerjasama ekonomi yang dilakukannya dengan Taiwan. Bukan hanya itu saja Negeri kanguru ini juga memberikan dukungan akan partisipasinya terhadap Taiwan dalam organisasi serta konversi internasional jika suatu saat diperlukan. Perlu diketahui bahwa Australia sendiri tidak mendukung prinsip 1 Cina yang dibuat Beijing itu, sehingga menginginkan agar Taiwan bisa merdeka.

Inggris

Meskipun Inggris tidak mengakui kedaulatan Taipei, namun pihaknya tetap lakukan kerjasama di berbagai bidang seperti pendidikan, budaya dan ekonomi. Bukan hanya itu saja Inggris juga mengakui secara rutin melobi untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam hal organisasi internasional.

Kanada

Meskipun Kanada tidak mempunyai hubungan resmi dengan Taiwan dan pihaknya tetap menjunjung prinsip satu Cina. Namun Taiwan tetap menjalin kerjasama dengan Taipei di berbagai macam bidang seperti perdagangan, ekspor impor, teknologi informasi, kedirgantaraan dan lain-lain.

Jerman

Selain Kanada, Jerman juga termasuk ke dalam negara yang tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Taiwan. Namun Jerman juga melakukan berbagai macam kerjasama dengan Taiwan tersebut. Salah satu kerjasamanya yaitu di bidang pendidikan. Hal itu terbukti di Taiwan terdapat pusat informasi layanan pertukaran akademik Jerman.

7 Negara Yang Menjalin Kerjasama Dengan Taiwan

Jepang

Negeri sakura ini juga telah menjalin kerjasama dengan Taiwan meskipun pihaknya tidak memiliki hubungan yang resmi terhadap Taipei itu. Diketahui bentuk kerjasama yang dilakukan Jerman dengan Taiwan itu berupa budaya, teknologi informasi, pendidikan. Bukan hanya itu saja Jepang juga melakukan kerjasama dalam mencegah provokasi yang terjadi di Laut Cina Selatan.

Malaysia

Hingga saat ini Malaysia masih menjunjung tinggi prinsip satu Cina. Meskipun begitu pihaknya tetap menjalin kerjasama dengan Taiwan dalam berbagai macam bidang. Hal itu terbukti dari sejak tahun 2016 Malaysia telah menjalin kerjasama berupa akselerasi pertukaran orang ke orang, ekonomi dan peningkatan interaksi di tingkat daerah. Bukan hanya itu saja di tahun yang sama tersebut Malaysia juga telah membentuk komite kerjasama ekonomi Malaysia Taiwan. Tujuan dibentuknya komite itu adalah sebagai tempat untuk mempromosikan perdagangan bersama, usaha kecil dan investasi.

Informasi Terkini Tentang Perseteruan Taiwan Dengan Cina

Pada hari Kamis tanggal 1 September yang lalu, pihak Taiwan berhasil menembak sebuah pesawat tidak berawak sipil yang sengaja memasuki wilayah udaranya. Kejadian itu tepatnya terjadi di sebuah pulau kecil di lepas pantai Cina. Tindakan itu sengaja dilakukan oleh pemerintah Taiwan sejak pihaknya berjanji akan segera mengambil tindakan tegas demi menangani berbagai macam penyusupan. Beijing yang mengklaim bahwa Taipei merupakan miliknya, sudah mengadakan latihan militer di sekitar wilayah itu Beberapa bulan yang lalu sejak dewan perwakilan Rakyat Amerika Serikat datang di daerah tersebut.

Dalam hal ini Pemerintah Thailand telah menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan provokasi. Namun belum lama ini Taiwan marah atas tindakan Cina tentang drone yang berdengung di pulau-pulau kecil sekitar Taiwan tersebut. Sebelumnya pihak Taiwan sudah memperingatkan kepada Cina akan permasalahan itu namun tidak berhasil. Dengan begitu membuat Taiwan sengaja menembak jatuh pesawat tidak berawak itu sehingga puing-puingnya jatuh ke laut. Namun kementerian luar negeri cina menolak keluhan yang disampaikan oleh Taiwan itu tentang pesawat tidak berawak.

Itulah beberapa negara yang menjalin hubungan kerjasama dengan Taiwan dalam berbagai macam bidang. Meskipun saat ini negara tersebut sedang ada di dalam kondisi memanas dengan Cina.

 

Taiwan Dalam Mengatasi Ancaman Dari Pasukan Militer China

Taiwan Dalam Mengatasi Ancaman Dari Pasukan Militer China – Memasuki hari keenam latihan militer dalam skala besar negara china tersebut berada di wilayah taiwan. Bahkan dunia begitu cemas dan turut menilai akan agresi terbaru dari negara china sebab nantinya bisa mengubah tatanan keamanan di kawasan tersebut. Tetapi meskipun begitu ternyata sebagian besar masyarakat taiwan sendiri justru malah merasa tenang-tenang saja.

Dimana mereka tidak begitu ambil pusing terhadap pasukan militer china tersebut maupun apa yang tengah digambarkan oleh para analis politik sebagai betuk peningkatan dalam sebuah ancaman bagi wilayah taiwan sendiri tentunya. Salah satu profesional muda yang berprofesi di industri teknologi yaitu jeremy chiang sendiri ikut menegaskan bahwa menurutnya tidak sedikit orang taiwan termasuk dirinya yang tetap tenang namun juga waspada terhadap hal tersebut.

Mereka juga turut mengikuti perkembangan latihan militer china yang dilakukan di wilayah taiwan itu tadi. Bahkan hal tersebut mencakup berita mengenai rudal china yang masuk ke wilayah mereka sendiri. Belum lagi kapal militer cina yang selalu kesana kemari melintasi garis median. Semua wilayah tersebut sebagian besar tetap sama saja setelah pasukan militer china mulai melancarkan aksi provokasinya tadi.

Tentunya hal ini sangat kontras terhadap publik yang memandang apa yang tengah terjadi di wilayah taiwan tersebut tentunya. Padahal, masyarakat di wilayah taiwan sendiri begitu tenang dalam memandang peristiwa tersebut dan tidak terlalu mencemaskannya secara berlebihan akan peristiwa pasukan militer china yang tengah melakukan latihan militer tersebut.

Salah satu progesor yang mengajar bahasa dan sastra jerman di universitas nasional teknologi dan sains kaohsiung, taiwan selatan yaitu winifred yu turut menegaskan hal tersebut. Bahwa teman-teman winifred yu yang berasal dari wilayah jerman begitu khawatir akan kondisi yang tengah dialami oleh peristiwa itu tadi. Hal ini tidak lain karena berita yang dibaca oleh publik dipandang sebagai suatu ancaman.

Lebih jelasnya mereka menganggap bahwa pasukan militer china sepertinya sudah mengepung seluruh wilayah taiwan sepenuhnya. Di sisi lain winifred yu sendiri juga turut mengkonfirmasi apa yang tengah dikhawatirkan oleh teman-temannya yang ada di wilayah jerman tersebut. Dimana winifred yu menyatakan bahwa situasi yang ada di wilayah taiwan sendiri baik-baik saja dan juga sama seperti sebelumnya. Sehingga tidak ada kekhawatiran yang harus diperhatikan secara mendalam apalagi dipandang sebagai sebuah ancaman.

Melalui hal tersebut taiwan menunjukkan akan kepercayaan dirinya dan juga kemampuan bertahannya dalam peristiwa latihan pasukan militer china tersebut. Beberapa orang turut menyatakan bahwa ketenangan yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat taiwan tersebut diperoleh dari pengalaman yang didapatkan mereka selama berpuluh-puluh tahun lamanya ketika wilayah tersebut masih berada di bawah ancaman china.

taiwan-dalam-mengatasi-ancaman-dari-pasukan-militer-china
Di sisi lain ada pihak yang menyatakan bahwa peristiwa yang sedang terjadi saat ini cukup berbeda jika dibandingkan dengan tahun 1996 silam terkait krisis selat taiwan. Dimana negara china sendiri memberikan serangkaian luncuran rudal di wilayah taiwan pada saat itu. Lee teng hui yang pada waktu itu menjabat sebagai seorang presiden mengunjungi cornell hingga latihan pasukan militer maupun ancaman yang dimasukkan dalam sebuah berita.

Salah seorang sejarawan taiwan yang berada di academia sinica yaitu albert wu sendiri ikut menjelaskan. Bahwa albert wu sendiri begitu ingat ketakutan terhadap apa yang tengah dialami oleh sebagian besar temannya yang sedari kecil melakukan migrasi ke luar negeri. Kembali ke topik, akhirnya joseph wu yang selaku menteri luar negeri ikut mengecam pihak beijing terkait hal tersebut pada awal agustus 2022 kemarin yaitu tepatnya di hari selasa tanggal 9.

Mengingat mereka melakukan provokasi yang begitu serius terhadap latihan pasukan kemiliterannya itu tadi. Joseph wu menegaskan di konferensi pers bahwa keputuhan china dalam upaya melakukan latihan pasukan militer di wilayah taiwan itu tadi merupakan sebuah bentuk pelanggaran yang berat terhadap hak masyarakat setempat.

Pelanggaran yang dilakukan oleh keputusan negara china tersebut tercantum di bawah hukum internasional. Apalagi proses pihak china dalam memilih wilayah untuk latihan pasukan kemiliterannya sendiri. Di sisi lain Joseph wu juga ikut menegaskan bahwa taiwan beserta rakyatnya telah menunjukkan sikap kepercayaan diri dan juga ketahanan terhadap apa yang tengah mereka alami ketika pihak china memutuskan untuk melakukan latihan militer di wilayahnya.

Dimana hal tersebut dipraktekkan secara langsung oleh sebagian besar masyarakat taiwan yang dibuktikan dengan ketenangan dalam menghadapi agresi PLA atau disebut juga dengan tentara pembebasan rakyat. Menteri luar negeri tersebut juga menambahkan bahwa upaya china yang terus terusan mengintimidasi wilayah taiwan tidak akan membuat mereka merasa panik.

Di sisi lain, latihan militer yang dilakukan oleh pasukan china tersebut tidak akan mengalahkan mereka. Mengingat masyarakat di wilayah taiwan tersebut akan bersikukuh dan juga meneguhkan cara hidupnya yang demokratis dan juga bebas. Ada juga yang beranggapan untuk pindah ke wilayah lain jika hal tersebut memungkinkan untuk mendapatkan keamanan yang jauh lebih pasti tentunya.

Namun tentunya tidak semua masyarakat di wilayah taiwan tersebut memikirkan rencana darurat itu tadi. Meskipun begitu mereka juga beranggapan bahwa mempunyai kesempatan untuk pergi merupakan suatu hak yang begitu istimewa namun di sisi lain tidak berpikir panik merupakan salah satu kunci untuk bisa bertahan, ikut membantu, dan juga ada untuk orang lain. Sebab banyak yang merasa tenang dan harus melanjutkan hidup untuk mempertahankan rutinitas kesehariannya namun tetap mengikuti informasi dan bersiap untuk hal yang terburuk.